Jumat, 27 Maret 2015

Menggaruk Senja

Senja tadi mengupas keangkuhan yang selama ini menjadi bagian diriku.
Entah mengapa bisa aku berlama-lama menjalani hidup dengannya.
Keangkuhan itu menapaki setiap perjalanan hingga aku berdiri di sini,
Saat ini.

Sepintas bayangmu hadir lalu menatap heran ke arahku.
Tanpa seuntai kata,
Apalagi senyum bahagia.
Hanya ada sepasang bola mata yang seakan memiliki seribu tanya.

Apa yang sedang mengacaukan pola pikirku?
Imajinasi dan ide-ide yang terlahir adalah buram bahkan porak-poranda.
Sehingga bayangmu hadir dan menggaruk senjaku.
Yang semu seakan nyata dan sebaliknya.

Mungkin saja..

Karena kita pernah tertawa di bawah langit senja,
Kita pernah saling bermanja-manja di sana,
Kita bahkan pernah mengikat janji untuk selalu setia.

Tapi apa?

Menghilanglah dari senjaku,
Menghilanglah dari setiap rasa sakit hatiku,
Menghilanglah dari hidupku yang tak lagi utuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar